MER-C PEDULI PALESTINA

Friday, February 6, 2009

SYUKUR

Disarikan oleh Hayadinur


Mungkin satu kata ini sangat ringan diucapkan, diingat bahkan disebarkan ke orang lain. Tapi seberapa besar kita mampu mendalami satu kata ini. Subhanallah, maha suci Allah dengan segala kesempurnaan Nya. Kita tidak akan selalu mendapatkan apa yang kita sukai, bahkan mungkin tak pernah, namun sanggup kah kita menyukai apa yang kita dapatkan?

Sesuatu yang baik itu belum tentu memang yang terbaik buat kita, bahkan sesuatu yang sangat tidak kita inginkan, justru itulah yang membuat diri kita jauh lebih berarti dan bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.


Seringkali kita memikirkan menginginkan sesuatu, sampai termimpi-mimpi, tapi hanya dinikmati sesaat saja, setelah itu......?

Ya Allah, terimakasih atas segala nikmat yang telah engkau titipkan kepada kami

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.

Bersyukurlah!

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu
inginkan.
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu
kesempatan untuk belajar.
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk
berkembang.
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun
kekuatan dan karaktermu.
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan
pelajaran yang berharga.
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat
suatu perbedaan.


AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI,
OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN
Read More......

Wednesday, February 4, 2009

8 Nilai Kecerdasan Emosional

Disusun oleh : Hayadinur

Mungkin sudah banyak, artikel yang membahas tentang Emotional Quotation (kecerdasan emosional), bahkan sekarang sudah berkembang menjadi Spriritual Quotation (kecerdasan spiritual) maupun kecerdasan lainnya. Namun pada intinya, ada kecerdasan lain selain kecerdasan Intelligent yang sangat berpengaruh pada pola kehidupan kita dan pola interaksi kita, baik interaksi sesama manusia maupun interaksi kepada sang Pencipta.

Kadangkala sering kita saksikan orang yang sangat cerdas dengan IQ di atas 130, namun bukan lah orang yang paling berhasil dalam kehidupan pribadi maupun dalam karier. Kecerdasan Emosional lah yang memotivasi kita untuk mencari manfaat dan potensi unik kita dan mengaktifkan aspirasi dan nilai-nilai kita paling dalam, merubahnya dari apa yang kita pikirkan menjadi apa yang kita jalani.

Setiap manusia ingin di anggap nyata atau butuh pengakuan dari komunitas nya, bukan sekadar nama dan titel yang ter tempel di dada, namun seringkali kita tidak sanggup menyatakan jati diri kita kepada setiap orang, bahkan oleh orang yang terdekat dari kita sekali pun. Di sinilah kecerdasan lain selain kecerdasan IQ yang sangat berperan.
Nilai-nilai yang dapat membangkitkan kecerdasan emosional

1. Kejujuran Emosi

Seberapa baik kah kita mengenal diri sendiri dan membiarkan orang lain mengenal kita, dan seberapa jujur kah kita dalam menghormati dan mendengarkan suara hati dan perasaan kita?

Renungkan lah sejenak hal, dan ironisnya seringkali kita merasa mengenal diri sendiri, padahal sebenarnya kita tidak perduli. Kejujuran Emosi membuat diri kita nyata dan kebohongan yang paling berat adalah kebohongan pada diri sendiri. Hubungan dengan orang lain bergantung pada persaaan kita pada diri kita sendiri

2. Energi Emosi

Tugas sebagai pemimpin adalah mengendalikan energy emosi Kita dan menyelaraskan dengan energy emosi mereka yang ada disekeliling kita. Energi ini lah yang mampu mengendalikan dunia, karena kita tidak akan pernah mampu mengendalikan orang lain kalau kita sendiri tidak dapat mengendalikan diri sendiri.
Marah dalam diri kita adalah sesuatu yang harus di hormati dan ditanggapai, bukan dikeluarkan begitu saja atau bahkan dikembangkan menjadi kebencian dan permusuhan. Marah kita, bisa kita jadikan energy positif menjadikan dirikita lebih baik lagi.

3. Meningkatkan Kepercayaan

Reputasi kita sebagai orang yang dapat dipercaya adalah atas dasar landasan kejujuran kita secara emosional dan energy emaosional itu mampu mengeratkan kita dalam sebuah lingkar kepercayaan.

4. Memiliki ketangguhan untuk memperbarui

Tidak ada yang mampu membuat kita menjadi rendah kecuali kita membiarkan imej itu benar untuk diri kita. Dengan energy emosi inilah kita menjadi tangguh dan tak akan membiarkan energy negative merasuki diri kita. Kita akan pantang mundur tanpa menyerah menghadapi semuanya, karena kita punya persepsi positif tentang diri kita. Karena ketangguhan ini lah kita bisa menjadi agen-agen perubahan, minimal merubah sesuatu dalam diri kita sendiri.

5. Memiliki intergritas

Salah satu halangan terbesar dalam integritas adalah berkata kepada diri sendiri. Intergritas adalah kesesuaian hati dan tindakan, dan ini tidak akan hadir kalau kita belum mampu jujur dan memahami diri kita sendiri.

6. Meningkatkan potensi unik dalam diri kita

Orang yang berani adalah orang yang memiliki tujuan yang paling jelas, dan kejelasan hidup menunjukkan kedalaman hati seseorang. Dan apa yang ada didepan kita maupun dibelakang kita adalah lebih kecil dari apa yang ada di dalam diri kita.
Saya sering berpikir , cara terbaik untuk mendefinisikan watak sesorang adalah mencari perasaan khusus, perasaan terdalam yang dihadapi seseorang, pada saat itulah suara hati nya berkata “ini lah saya sesungguhnya”

7. Komitmen dan tanggung jawab

Emosi yang jujur, dan intregritas membangkitkan komitmen terhadap sesuatu yang kita nyatakan, dan bertanggungjawab atas komitmen yang telah dibuat.

8. Menciptakan peluang masa depan yang lebih baik

Masa depan tidak terjadi begitu saja, namun harus kita ciptakanmasa depan bukan suatu tempat yang kita tuju namun sesuat yang kita ciptakan dari hasil perjalanan diri kita di masa lampau.


Read More......

Thursday, January 29, 2009

Kisah Tentang Cinta


Suatu ketika, terdapat sebuah pulau tempat tinggal seluruh perasaan: Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan dan masih banyak lagi yang lain, termasuk diantaranya, Cinta.

Suatu hari diumumkan kepada seluruh perasaan bahwa tidak lama lagi pulau tersebut akan tenggelam, sehingga seluruh perasaan yang ada segera mempersiapkan perahunya untuk pergi.

Cinta ingin terus bertahan hingga detik-detik terakhir.
Saat pulau hampir tenggelam, barulah Cinta berpikir untuk meminta bantuan. Kekayaan lewat di depannya dengan kapal yang megah. Cinta berkata, "Kekayaan, bolehkah aku pergi bersamamu?" Kekayaan menjawab, "Tidak bisa, kapalku penuh dengan emas dan permata, tidak ada lagi ruang yang tersisa."

Cinta memutuskan untuk bertanya kepada Kesombongan yang melewatinya dengan kapal yang indah. "Kesombongan, tolong selamatkan aku!" jawab Kesombongan "Cintaku sayang, aku tidak bisa membantumu. Kamu basah sekali, nanti merusakkan kapalku yang indah."

Kesedihan tampak berlayar di dekat pulau. Cinta pun berteriak, "Kesedihan, ijinkan aku pergi bersamamu." "Aduh...Cinta, aku terlalu sedih. Sekarang aku hanya ingin menyendiri, kamu tidak bisa ikut denganku."

Setelah beberapa saat, Kebahagiaan pun tampak di kejauhan, tapi dia terlalu bahagia sehingga tidak mendengar saat Cinta memanggilnya.

Tiba-tiba terdengar suara, "Cinta, ikutlah denganku." Muncullah sosok tua dengan kapalnya yang tak kalah tua namun berkesan agung dan anggun berwibawa. Cinta merasa sangat bersyukur, langsung naik ke kapal. Akibat terlalu girang bisa selamat dari pulau perasaan yang tenggelam, saat mencapai daratan kering, Cinta lupa menyakan nama sosok tersebut hingga sosok tersebut hilang menjauh ditelan cakrawala, melanjutkan perjalanannya.

Sadar betapa besar utang budinya kepada sosok tua tersebut, Cinta pun bertanya kepada Pengetahuan, sesepuh para perasaan yang ditemuinya di pulau itu. "Siapakah yang telah menolongku?" Pengetahuan menjawab "Dia adalah Waktu." "Waktu?" tanya Cinta setengah tak percaya. "Tapi mengapa Waktu bersedia menolongku?" Pengetahuan tersenyum dengan penuh kebijaksanaan dan menjawab,
"Karena hanya waktu yang dapat memahami betapa besar arti sebuah Cinta."

Read More......

Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika

sumber : tidak diketahui secara pasti (bisa dijadikan hikmah)


Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya
di
Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah
berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain
belajar,
ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia
berke-nalan
dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mere-ka semakin akrab, dengan
harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.


Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di
Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung
tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula
ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun
memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di
salah
satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta
masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas
kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para
hadirin
dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar
dari
sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut
mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming
dari
tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar
dari
sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak
keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, "Bagaimana anda tahu
bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang
terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang
pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan
mengajukan
beberapa per-tanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda terse-but dan
sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima
tantangan
debat tersebut.

Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan
dan
anda harus menja-wabnya dengan tepat."
Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!

Sang pendeta pun mulai bertanya, "Sebutkan satu yang tiada duanya, dua
yang
tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima
yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada
delapannya,
delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu
yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua
belas
yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
Sebutkan
sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang
dimaksud
dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun
masuk
ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak
menyu-kainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah
dan
ibu! Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api
dan
siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu,
siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari
batu?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah
dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap
ranting
mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan
dua
di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman
mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT
berfirman,
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tan-da (kebesaran
kami)." (Al-Isra': 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi
Musa
ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil
dan
ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan
al-Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT
menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah
SWT
berfirman,
"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali
tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang
tidak
seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy
ar-Rahman.
Allah SWT berfirman,
"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada
hari itu delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas
(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan
kepada
Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim
paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan.
Allah
SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya
sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah
saudara-saudara
Yusuf .
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa
j
yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa
memohon
air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu
de-ngan
tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air."
(Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara
Yusuf
ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh
adalah
waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila
fajarnya
mulai menying-sing." (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi
Yunus
AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah
saudara-saudara Yusuf j, yakni ketika mereka berkata kepada
ayahnya,
"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami
tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan
serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada
mereka,
" tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub
berkata,
"Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya
Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah
suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek
suara
adalah suara kele-dai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah
Nabi
Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. -Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang
diadzab
dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah
Nabi
Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan
Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih,
yang
diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara
dari
batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar
adalah
tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya
tipu
daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting
mempunyai
30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua
di
bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting
adalah
bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima
waktu,
tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim
tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia
mengu-rungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini dise-tujui oleh sang pendeta. Pemuda
ini
berkata, "Apakah kunci surga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah sang
pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun
berubah. Ia berusaha menyem-bunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya
nihil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mende-saknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 per-tanyaan kepadanya dan
semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun
anda
tidak mampu menjawabnya!" Pendeta tersebut berka-ta, "Sungguh aku
mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian
marah."
Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Sang pendeta pun
berkata, "
Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar
Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk
agama
Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka
dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**

Allahualam..........

Read More......

Wednesday, January 28, 2009

aku mencintai jiwa mu




Aku mencintai jiwamu sampai detik ini,
Aku mencintai jiwamu, saat kurasa bahwa itu adalah sebuah karunia, Allah Robbul Alamin titipkan di setiap kalbu manusia, dan setiap saat dapat diminta kembali oleh pemiliknya.

Aku mencintai jiwamu, yang mungkin sebuah

dosa dan aku mohonkan ampun Nya, janganlah azab menimpaku di dunia atau di hari pengadilan kelak, kala jiwa-jiwa pendosa datang menghadap Rabbnya dengan wajah bermuram durja.

Aku mencintai jiwamu, untuk sebentuk kebahagiaan dan bukan sekedar kesenangan profane, meski keduanya adalah karunia jua.

Aku mencintai jiwamu, yang tidak sengaja aku kenal, ditengah belantara hidup, yang kerap menyeretku ke luar dari jalan yang diperkenankan Nya.

Aku mencintai jiwamu, ditengah kegersangan jiwaku, yang masih jauh dari cahaya cinta Nya, entah sampai kapan bisa kugapai keagungan Nya

Aku mencintai jiwamu, dengan semesta harap, bahwa kelak kau bersedia mendampingiku merambati tangga-tangga cinta Nya, dalam sebuah medium yang selalu dihujani kasih saying Nya.

Read More......

Thursday, January 22, 2009

Ketika Ia Terlelap

Menatapnya ketika ia terlelap sungguh menggetarkan. Berjuta makna terpancar dari bundar wajahnya. Meski matanya terkatup, bibir mungilnya seakan berkata, “ Ayah, aku tidur dulu ya…, nanti kita bermain lagi. Jangan pergi kemana-mana ya…!”.


Ya, Allah telah menganugerahiku seorang putra. Itu berarti gelarku bertambah, menjadi seorang ayah. Menjadi suami mungkin tak terlalu mengagetkan bagi seorang laki-laki. Tetapi, menjadi seorang ayah,

ini adalah dunia berdimensi lain. Tak akan habis kata mengungkapkan bagaimana rasanya bahagia menjadi seorang ayah. Bagiku bahkan, kebahagiaan menjadi ayah jauh lebih berarti daripada kebahagiaan menjadi seorang ibu.


Menatapnya ketika ia terlelap sungguh menggetarkan. Jundi kecilku ini telah mengajarkanku banyak hal. Meski ia tak banyak bicara, karena memang ia belum mampu berucap kata, namun gerak seluruh tubuhnya mewakili banyak makna. Ada pesan kejujuran, ketulusan, kemurnian, dan kesucian yang ingin ia sampaikan pada orang-orang terdekatnya.


Mahakarya Allah itu menjadi sumber inspirasi bagiku. Bahasa nonverbal, yang ia perlihatkan melalui senyum, gelak tawa, ocehan, jeritan, tangisan, dan berbagai gerak tubuh itu, tanpa kusadari telah mengasah kepekaan dan naluri kebapakanku sebagai seorang ayah muda. Dibalik kelemahan dan ketidakberdayaannya itu, ia seakan berpesan bahwa tugas perlindungan dan penjagaan ada dipundakku. Ada segelak tawa hadiah darinya ketika aku melaksanakan tugasku itu dengan penuh kasih sayang, namun juga ada sekeras tangis ketika aku memperlakukan ia sekenanya.


Menatapnya ketika ia terlelap sungguh menggetarkan. Keteduhan wajahnya ketika ia terpejam adalah semangat yang memberikan kekuatan untuk terus berjuang dan tak mudah berputus harapan. Di usianya yang baru duabelas bulan itu, ia telah banyak menemaniku menapaki pahit getirnya kehidupan. Memberiku spirit untuk tetap survive dalam kondisi terburuk sekalipun.

Sering saat ia masih terlelap, aku berbisik padanya mengucap maaf jikalau aku tak dapat menunaikan kewajibanku memenuhi hak-haknya sebagai anak. Sungguh, aku takut sekali disebut Allah kelak sebagai orang tua yang durhaka kepada anak lantaran melalaikan tugas-tugas yang seharusnya aku emban dalam membentuk pribadinya menjadi seorang muslim yang tangguh.


Terkadang, aku juga berbisik mengucap terima kasih untuk kesediaanya tak banyak mengeluh dan rewel atas segela kesederhanaan hidup yang dipersembahkan ayah dan bundanya. Ia memang jarang rewel dan menangis. Ia selalu ceria dengan apa yang ada dan tidak pilih-pilih. Meski aku hanya mampu membelikannya susu dan makanan yang berharga paling murah, ia selalu bersedia membuka mulutnya ketika aku menyuapinya makan.


Menatapnya ketika ia terlelap sungguh menggetarkan. Menemaninya ketika ia terpejam adalah kegiatan yang mengesankan. Sambil menjaganya dari gigitan nyamuk, aku bacakan ia kalimat sholawat dan hafalan surat-surat pendek. Jika ia terbangun karenanya, aku akan segera tersenyum dan biasanya ia akan membalasnya dengan tersenyum juga. Setelah itu, matanya yang bundar akan menatapku lekat-lekat seakan ia menyimak bacaan ayat-ayat Allah yang aku lantunkan. Hingga lambat laun matanya kemudian kembali terpejam, melanjutkan sisa tidurnya.

Sayang, tak setiap hari aku bersamanya. Aktivitasku mencari nafkah, membuatku hanya dapat menemaninya di dua hari pada akhir pekan. Karenanya, sesegera setelah pulang ke rumah, aku mengobati rinduku dengan menghabiskan waktu seharian bersamanya, menggantikan tugas sang bunda yang mungkin penat. Bagiku, mengajaknya jalan-jalan ba’da shubuh, memandikannya, menyuapinya makan pagi, menidurkannya, bercanda dengannya, dan mencuci pakaiannya, menciptakan pengalaman spiritual yang begitu indah. Semakin lama bersamanya, semakin tak kuasa hati ini untuk meninggalkan, walau sekejap.


Dan semuanya mengkristal, ketika si jundi kecil terlelap di pangkuan setelah lelah bermain, setelah bait-bait menjelang tidur aku dendangkan dan setelah sholawat aku lantunkan. Aku memeluknya erat berharap hangat akan membuatnya nyaman.

Rabbi, menatapnya ketika ia terlelap sungguh menggetarkan !

"Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah engkau beri petunjuk kepada kami."

(Ali Imran : 8)
Read More......

Hidup penuh makna

Oleh Eko Jalu Santoso

"Hidup bukan hanya untuk diri sendiri", pernahkah Anda mendengar kata-kata tersebut? Kalau kita cermati lebih dalam, maka ada makna tersembunyi yang jauh lebih luas yakni Hidup ini sesungguhnya bukan kehendak kita, tetapi kehendak Allah Tuhan Yang Maha Memiliki Kehidupan. HIDUP bukanlah semata-mata untuk diri kita sendiri, melainkan HIDUP untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan alam semesta ini.

Kalau kita melakukan sebuah perjalanan ke dalam diri kita sendiri "inner journey", maka kita akan menemukan bahwa sesungguhnya diri kita ini sangat mengagumkan. Bahwa hidup kita ini sangat mengagumkan, maka sepantasnya kalau kemudian kita menghargai kehidupan kita ini, menggunakan hidup ini untuk lebih bermakna. Menghargai HIDUP berarti menjalani hidup ini penuh makna, menggunakan hidup ini untuk memberikan manfaat bagi kesejahteraan diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar kita.
Bagaimana menggunakan hidup kita agar menjadi lebih bermakna ? Bagaimana menghargai hidup yang sudah diberikan oleh Tuhan Yang Memiliki Kehidupan ? Apa yang harus dilakukan dalam hidup agar menjadi lebih bermakna ? Tentu banyak sekali jawaban-jawaban yang bisa dituliskan dalam menghargai hidup ini. Banyak sekali cara-cara dalam menggunakan hidup menjadi lebih bermakna. Namun disini saya berbagi bebera tips dalam menghargai hidup kita ini.

1. Mengubah Orientasi Hidup Lebih Memikirkan Orang Lain
Pikirkan sejenak, apakah Anda sering memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain ? Misalnya berpikir bagaimana memenuhi keinginan sendiri, ingin pekerjaan lebih baik, ingin penghasilan lebih tinggi, ingin rumah lebih mewah, ingin mobil lewah baru, ingin bisnis lebih besar, ingin hidup lebih kaya dan ingin-ingin yang lainnya. Kalau hal itu yang selalu ada dalam pikiran kita, artinya lebih sering memikirkan diri sendiri. Kalau itu yang memenuhi benak pikiran kita, artinya kita hanya berpusat pada diri sendiri dan mementingkan diri sendiri.
Dalam buku saya The Art of Life Revolution, yang diterbitkan oleh Elex Media, salah satu cara untuk "merevolusi" hidup kita adalah memulai mengubah pusat hidup kita dengan memikirkan orang lain. Misalnya memikirkan bagaimana membantu anak-anak yatim agar bisa bersekolah, membantu fakir miskin yang kesulitan membeli sembako, bagaimana membantu memberikan pekerjaan bagi pengangguran, membantu orang tak berdaya, memikirkan orang yang kurang rejeki, orang yang tidak pernah dibantu hidupnya. Itu artinya kita sudah mulai memikirikan orang lain, tidak hanya memikirkan diri sendiri saja. Ini akan membawa kita lebih dekat dengan kemudahan, kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidup.

2. Meningkatkan empati kepada orang lain.
Bersikap empati kepada orang lain merupakan salah satu cara menghargai HIDUP kita. Bersikap empati berbeda pengertiannya dengan sikap simpati. Sikap simpati lebih merupakan kesepakatan penilaian terhadap orang lain. Sedangkan sikap empati lebih menekankan pada mengerti orang lain, memahami kondisi orang lain secara emosional dan intelektual. Artinya kita menggunakan ketajaman mata hati untuk memperhatikan kebutuhan orang lain, berusaha melihat kesulitan orang lain.
Bersikap empati, sederhananya memandang keluar melalui kerangka pikiran orang lain, atau melihat dunia dan hubungan dengan orang lain melalui kaca mata orang lain.
Bagaimana caranya ?. Kita dapat memulainya dengan menumbuhkan pemahaman dan perasaan dari dalam jiwa kita. Menanamkan tekad dari dalam hati untuk mengutamakan kepentingan orang lain. Memiliki kerendahan hati, kesediaan berbagi kebaikan dengan orang lain. Memiliki kesediaan hati berbagai kegembiraan disaat memperoleh kemenangan dan memberikan dorongan disaat mengalami kesulitan.

3. Banyak Melepaskan Energi Positif.
Melepaskan energi positif artinya banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan positif. Memandang hidup ini dari kaca mata positif dan banyak melakukan hal-hal positif. Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan pada saat menolong orang yang sedang benar-benar kesuksesan, misalnya ? Itulah sesungguhnya kebahagiaan yang menyentuh aspek spiritual. Menolong orang lain adalah pekerjaan positif, artinya kita melepaskan energi positif kepada orang lain.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melepasakan energi positif ini, diantaranya mungkin anda punya semangat, punya ide, punya solusi bagi orang lain, maka berbagilah semangat, ide dan solusi itu dengan orang lain. Anda memiliki pemikiran-pemikiran posisitif, maka jangan malas menulisnya dan kirimkan melalui milis untuk orang lain. Semakin banyak anda melakukan pekerjaan positif, semakin banyak energi positif yang keluar dan semakin banyak yang akan kembali Anda terima. Mungkin anda akan menerimanya dalam bentuk yang berbeda, misalnya kebahagiaan hati, kepuasaan jiwa, ketenangan hidup bahkan bisa saja berbagai kemudahan rejeki, dll.

4. Hadapkan Wajah Hanya Kepada Allah SWT
Hidup ini hanyalah 'pemberian' dari Yang Maha Memberi. Maka Dia-lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya kembali. Dialah Allah Tuhan yang mengatur kehidupan kita ini. Dia pulalah yang berkuasa memberikan kemudahan, keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan kita. Tentunya itu semua bermula dari bagaimana cara kita menghargai hidup yang sudah diberikan oleh-Nya.
Menghadapkan wajah kepada Allah, artinya menjaga keseimbangan dalam hidup ini hanya selalu mengorbit dan beredar dalam lingkaran yang berpusat pada hati nurani. Karena hati adalah pusat makna tertinggi dalam kehidupan yang didalamnya sudah ada sifat-sifat mulia Allah Tuhan Yang Maha Esa. Menghadapkan wajah kepada Allah artinya, bertawakal dan berserah diri kepada Allah. Hidup hanya untuk mengabdi kepada Allah, melalui berbagai bidang pekerjaan, melalui bisnis, maupun kehidupan lainnya. Bersyukur menerima kehidupan ini dan bersabar dalam setiap langkah kehidupan. Meskipun demikian tidak pernah berhenti ber-ikhtiar melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras. Lebih lengkap dapat dibaca di buku "The Art of Life Revolution" yang diterbitkan Elex Media. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Sumber: Hidup Penuh Makna Oleh Eko Jalu Santoso, Penulis Buku The Art of Life Revolution , Founder Motivasi Nurani Indonesia


Read More......

BERGERAK

Oleh: Rhenald Kasali

"Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang
bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan)."

Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya,
"ChaNge".

Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat,
iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di
tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku,
Saya tawarkan uang itu. "Silahkan, siapa yang mau boleh ambil," ujar
Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil
menjulurkan uang Rp 100.000.

Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima.
Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih
serius.
Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari
sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu
menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan,
dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk.
Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat,
tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu,
begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan.
Ia lalu kembali ke kursinya.
Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang
sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat,
tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya.
Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan.
Semua audiens tertegun.

Saya ulangi pesan Saya, "Silahkan ambil, silahkan ambil."
Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu.
Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi
kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya
dan kembali ke kursinya.
Semuaaudiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak,
"Kembalikan,kembalikan!"
Saya mengatakan, "Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya."

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya
Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak
bergerak.Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah
kesempatan?

Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:
"Saya pikir Bapak cuma main-main ............"
"Nanti uangnya toh diambil lagi."
"Malu-maluin aja."
"Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!"
"Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu ....."
"Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya...."
"Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas....."
"Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang........."
"Saya, kan duduk jauh di belakang..." dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka
sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian
opportunity (kesempatan),tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu
saja.
Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara
melakukan hal yang sama dari hari ke hari.....,"

Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan
sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama.
Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan,

tapi kita tak tahu harus mulai dari mana.
Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari,
jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang
kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.

Seperti kata Jack Canfield,yang menulis buku Chicken Soup for the
Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah
"Winners take action.they simply get up and do what has to be done.".
Selamat bergerak!

Semoga bermanfaat !

Have a positive day
Read More......

Saturday, January 10, 2009

10 Kebiasaan yang dapat Merusak Otak

edited by dr. Martin Leman, DTM-H

1. Tidak Sarapan Pagi
Mreka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula
darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi
kurang.

2. Makan Terlalu Banyak

Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat
berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak
pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak
akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak
secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya
penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan
gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup
udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga
dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan
kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan
mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat
karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat
menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita
saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak
serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita.
Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak
kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan
kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi
otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual
otak jadi kurang terlatih.


Read More......

Tuesday, December 23, 2008

Apa Itu "Masuk Angin"??

Email from : Kasno Santoso (kaka.santoso@yahoo.com)

Di masyarakat Indonesia, kita sering mendengar istilah "Masuk Angin".

Kata "Masuk Angin" tersebut mereka gunakan apabila mereka merasa:
o kedinginan
o kembung
o pegal-pegal otot dan sendi
o buang gas terus menerus
o batuk-pilek


Kerap kali mereka memakai jaket yang tebal saat berkendara motor dengan tujuan, supaya "enggak masuk angin"..mereka mungkin beranggapan bahwa "angin" tersebut dapat masuk lewat pori-pori tubuh kita, dan dengan mekanisme "entah bagaimana" dapat menimbulkan keluhan-keluhan tidak enak seperti yang telah disebutkan di atas.

Sebenarnya di Istilah Kedokteran, TIDAK ADA istilah "masuk angin", dan berbagai keluhan yang disebutkan diatas memang dapat ditimbulkan oleh Cuaca Dingin (mungkin aja banyak anginnya) namun tidak seperti yang telah dipikirkan oleh banyak orang awam...(masuk angin..).
Cuaca yang dingin dapat menimbulkan mekanisme "vasoconstricion" dimana terjadi Penyempitan pembuluh darah kita, hal ini mekanisme untuk menghambat pengeluaran kalor berlebihan dari tubuh, sehingga tidak terjadi Hipotermi. Nah..Vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah ini dapat mengakibatkan peredaran darah di tubuh kita kurang lancar, sehingga hasil metabolisme, dan Asam laktat terakumulasi pada otot-otot kita..akibatnya pegal-pegal dan seluruh tubuh kita tidak enak...

Selain itu, Cuaca yang dingin juga mengakibatkan "perlambatan dari gerak peristaltik saluran cerna kita", sehingga gas yang ada di saluran cerna kita tertampung sehingga dapat menjadi kembung...perut terasa penuh...ditambah lagi mungkin aja terjadi yang namanya "Aerophagi" (Makan angin)..nah ini mungkin yang sering kita alami bila kita berkendaraan motor, atau naik Roller Coaster, tapi sambil buka mulut (Mangap), akibatnya banyak angin yang tertelan oleh kita, sehingga kita kenyang dengan angin (Kembung-red). He..He...

Parahnya lagi, Cuaca yang dingin, dapat mengakibatkan rambut-rambut sel di saluran pernafasan kita lambat untuk bergerak..padahal fungsi pergerakan tersebut adalah untuk mengeluarkan lendir dan bakteri serta virus. Akibat dari gangguan fungsi rambut-rambut di saluran nafas ini, kita akan mudah terkena infeksi saluran nafas atas, seperti: batuk, pilek, dll..
Nah, obat-obat, jamu-jamu yang "wes..ewes..ewes..bablas anginnya" hanya berfungsi mengeluarkan udara dalam saluran pencernaan (jadi sering buang gas), dan menghangatkan badan karena banyak mengandung jahe, dll..(that's Oke...).

Tapi, kalo jamu-jamu buat pegel-pegel..lebih baik jangan deh..karena banyak yang mengandung Steroid dan Obat penghilang sakit non steroid (NSAID), yang dapat mengakibatkan banyak komplikasi lain, seperti: Sakit lambung, bahkan sampai lambungnya jebol (bocor)..Hati-hati..

Kalo kerokan boleh ga?? Jangan Deh..Karena kerokan sebenarnya untuk memecahkan kapiler-kapiler darah, sehingga terasa enak karena pembuluh darah kembali melebar..namun waw..badan kita rusak berat..dan taukah anda, kenapa orang yang kebiasaan dipijet dan dikerok kayaknya kecanduan? hal itu dikarenakan tubuh kita akan mengeluarkan zat "endorfin" Sejenis Morfin namun endogen (dihasilkan tubuh), sebagai mekanisme pertahanan terhadap rasa nyeri...

Jadinya kayak nge-fly aja...( that's not good...!)


(Diharapkan kepada teman2 untuk menyebarkan informasi di atas kepada teman2 yang lain. Terima kasih)

Read More......